Waktu SD, hari kamis adalah hari istimewa bagi saya karena beberapa hal. Salah satunya, karena ada tayangan humor Srimulat malam jam 9 walaupun harus bawa baskom air buat mbasahin mata biar ga ngantuk. Saya ga pernah absen nonton Srimulat. Biasanya nonton sama bapak. Pelawak favorit kami sama yaitu Timbul. Saya ga tau anak kecil lain juga suka nonton Srimulat apa engga. haha. Kemudian seiring lewatnya tahun 90an, Srimulat juga udah mati suri dan ga tayang lagi di televisi. (Salah satu yang bikin Srimulat mati menurut saya karena waktu itu ada kegeser tenarnya Ketoprak Humor. Saya juga suka banget Ketoprak Humor. hehe)
Dan hari ini, hari kamis juga, adalah hari premiere film Finding Srimulat. Sebagai penggemar dan pecinta Srimulat, saya ngrasa kudu nonton film ini apalagi trailernya juga bagus dan menggoda.
Trailer Finding Srimulat
Hal yang seru karena humor nya Srimulat diangkat masih sama kayak dulu. Karakternya masing2 anggota Srimulat masih kental banget. Jadi bikin nostalgia kangen gitu. Konsep ceritanya juga bagus dan dinamis. Sejarah dan prinsip Srimulat juga diceritakan, sehingga film ini ga lupa sama akarnya. Reza Rahadian cukup mewakili generasi muda yang memberi semangat di film ini. Cameo Butet Kertaradjasa sebagai penonton pertunjukkan reuni Srimulat mewakili perasaan orang-orang yang kangen kembalinya humor Srimulat. Music Scoring di film ini bagus banget dan sangat membantu emosi dari film ini.
ini di Stasiun Balapan, Solo
Sampai film ini kelar, saya masih belum pengen keluar studio. Karena disitu ada slide tribute foto2 jadul anggota Srimulat yang sudah almarhum. Saya masih ingat tuh Asmuni, Timbul, Gepeng dll. Sampai di credit title juga orang-orang belum pengen keluar studio, karena ada cuplikan-cuplikan behind the scene pembuatan film yang lucu-lucu dan penuh nuansa kekeluargaan. Iya, film ini kekeluargaanya kerasa banget, spirit menghidupkan Srimulatnya juga kerasa banget. Saya juga ngrasa film ini Indonesia banget, karena Srimulat sebagai unsur budaya lokal nya bener-bener diangkat kembali.
Applause buat Charles Ghozali sebagai Sutradara dan penulis skenario.
Alur ceritanya bagus meskipun engga perfect juga, tapi kekurangan itu ketutupin banget sama keistimewaan-keistimewaan yang udah saya sebutin. Recomended buat ditonton! Karena katanya engga ada home videonya. Ayo hidupkan budaya lokal dan film Indonesia. (klise banget ya :p)
"Di balik pria yang sukses ada perempuan yang selalu gelisah." - Bu Djujuk
"Hei, ngomong! Bayare podo kok ora ngomong." - Tessy