Saturday, October 27, 2012

Dunia Paradoks

Dunia ini tempat manusia untuk apa?
Aku menemukan begitu banyak paradoks didalamnya. Ada manusia yang membabat alamnya habis-habisan tanpa pandang bulu demi keuntunganya. Ada manusia yang rela bersusah-susah menyelamatkan satu nyawa hewan langka, pohon, yang habitatnya alamnya dihabisi tadi. Dunia ini tempat manusia untuk apa?

Ada manusia yang hanya memikirkan dirinya sendiri seumur hidupnya ketika ia mampu memakmurkan orang lain. Ada yang begitu sederhananya hidupnya karena terlalu sibuk memikirkan dan berguna buat orang lain.

Ada yang berkemampuan seadanya dan ia hanya mampu berbuat untuk dirinya dan Tuhannya. Surga bisa jadi tempatnya.

Ada manusia yang tak percaya Tuhan, tak beragama, tak mengenal islam, tapi bisa menjaga damai di hatinya dan sekitarnya. Pun juga ada juga yang sudah tak beragama, sibuk berbuat kerusakan pula.

Namun ada juga yang beragama, tapi suka merendahkan orang lain, sombong, dan suka mendebat sehingga muncul perselisihan. Dan juga ada yang mampu beragama dan menyebarkan dakwah dan kebaikan dengan cinta.

Ada yang rajin solatnya tapi masih suka iri dengki terhadap nikmat orang lain, hatinya tak pernah tenang. Ada yang baik ibadahnya maupun hatinya sama-sama baik.

Di beberapa sejarah kehidupan manusia yang diceritakan oleh Alquran, beberapa umat tak mampu mengubah nasibnya, walaupun peringatan petunjuk Tuhan sudah sangat jelas melalui Rasul. Mereka berakhir dengan kekacauan adab perilaku, dan mendapat azab. Bahkan Nabi pun sudah tak mampu mengubah umat yang melampui batas tersebut. Allah menyelamatkan nabi, dan mengadzab umat yang membangkang itu.

Iblis di masa Adam, jelas-jelas tau dan mengakui betul bahwa siksa Allah sangat pedih (ada di ayat Alquran). Tapi ia tetap tak mematuhiNya hanya karena kesombongan di hatinya.

Dunia ini, paradoks ada di dalamnya. Islam sudah sangat maju, subur dan mayoritas di negriku ini. Tapi kenapa kepicikan, kerusuhan, permusuhan juga begitu subur di dalamnya? Bahkan yang islam sekalipun mengkafirkan sesamanya. Mendikte dikte. Bila ada yang tak sesuai dengan teori yang dipahaminya, ia akan memperingatkan dengan paksaan. Pun dilakukan oleh beberapa ulama.
Kenapa?

Islam mulai tumbuh di negri ini dengan cinta dan damai. Karena dahulu islam di akulturasi dengan budaya jawa,Indonesia, ia jadi memiliki banyak peminat. Islam memiliki daya tarik dengan kedamaianya, nilai-nilai didalamnya, dan perpaduan dengan budaya jawa dan seni. Ia tidak memaksa, tapi mengajak, ia menghargai, ia penuh dengan toleransi.

Melihat sejarah umat terdahulu, bukan ga mungkin kalau kita adalah salah satu umat yang melampui batas itu. Lalu apa yang harus kulakukan kalau aku berada di antaranya? Akupun lemah dengan segala kekuranganku. Aku ga bisa memperingatkan siapa-siapa. Aku hanya bisa berdiskusi dengan diriku sendiri. Aku pun masih belum berguna untuk siapapun.

No comments:

Post a Comment