Dunia ini tempat manusia untuk apa?
Aku menemukan begitu banyak
paradoks didalamnya. Ada manusia yang membabat alamnya habis-habisan
tanpa pandang bulu demi keuntunganya. Ada manusia yang rela
bersusah-susah menyelamatkan satu nyawa hewan langka, pohon, yang
habitatnya alamnya dihabisi tadi. Dunia ini tempat manusia untuk apa?
Ada
manusia yang hanya memikirkan dirinya sendiri seumur hidupnya ketika ia
mampu memakmurkan orang lain. Ada yang begitu sederhananya hidupnya
karena terlalu sibuk memikirkan dan berguna buat orang lain.
Ada yang berkemampuan seadanya dan ia hanya mampu berbuat untuk dirinya dan Tuhannya. Surga bisa jadi tempatnya.
Ada
manusia yang tak percaya Tuhan, tak beragama, tak mengenal islam, tapi
bisa menjaga damai di hatinya dan sekitarnya. Pun juga ada juga yang
sudah tak beragama, sibuk berbuat kerusakan pula.
Namun
ada juga yang beragama, tapi suka merendahkan orang lain, sombong, dan
suka mendebat sehingga muncul perselisihan. Dan juga ada yang mampu
beragama dan menyebarkan dakwah dan kebaikan dengan cinta.
Ada
yang rajin solatnya tapi masih suka iri dengki terhadap nikmat orang
lain, hatinya tak pernah tenang. Ada yang baik ibadahnya maupun hatinya
sama-sama baik.
Di beberapa sejarah kehidupan manusia
yang diceritakan oleh Alquran, beberapa umat tak mampu mengubah
nasibnya, walaupun peringatan petunjuk Tuhan sudah sangat jelas melalui
Rasul. Mereka berakhir dengan kekacauan adab perilaku, dan mendapat
azab. Bahkan Nabi pun sudah tak mampu mengubah umat yang melampui batas
tersebut. Allah menyelamatkan nabi, dan mengadzab umat yang membangkang
itu.
Iblis di masa Adam, jelas-jelas tau dan mengakui
betul bahwa siksa Allah sangat pedih (ada di ayat Alquran). Tapi ia
tetap tak mematuhiNya hanya karena kesombongan di hatinya.
Dunia
ini, paradoks ada di dalamnya. Islam sudah sangat maju, subur dan
mayoritas di negriku ini. Tapi kenapa kepicikan, kerusuhan, permusuhan
juga begitu subur di dalamnya? Bahkan yang islam sekalipun mengkafirkan
sesamanya. Mendikte dikte. Bila ada yang tak sesuai dengan teori yang
dipahaminya, ia akan memperingatkan dengan paksaan. Pun dilakukan oleh
beberapa ulama.
Kenapa?
Islam mulai tumbuh di
negri ini dengan cinta dan damai. Karena dahulu islam di akulturasi
dengan budaya jawa,Indonesia, ia jadi memiliki banyak peminat. Islam
memiliki daya tarik dengan kedamaianya, nilai-nilai didalamnya, dan
perpaduan dengan budaya jawa dan seni. Ia tidak memaksa, tapi mengajak,
ia menghargai, ia penuh dengan toleransi.
Melihat
sejarah umat terdahulu, bukan ga mungkin kalau kita adalah salah satu
umat yang melampui batas itu. Lalu apa yang harus kulakukan kalau aku
berada di antaranya? Akupun lemah dengan segala kekuranganku. Aku ga
bisa memperingatkan siapa-siapa. Aku hanya bisa berdiskusi dengan diriku
sendiri. Aku pun masih belum berguna untuk siapapun.
No comments:
Post a Comment